Wednesday, August 17, 2011

Saat Doa Tidak Terkabulkan


Sepulang sekolah, tampak seorang anak kecil merengek meminta sesuatu pada orang tuanya. Karena saat itu bulan Ramadhan, dia meminta uang untuk membeli petasan seperti yang dimainkan beberapa temannya. Rupanya rengekan dan rayuan sang anak tidak meluluhkan hati orang tuanya untuk memberikan uang padanya. Anak itu tidak peduli walaupun sudah diberi pengertian oleh orang tuanya bahwa membeli petasan tidak berguna dan berbahaya bagi dirinya. Sang anak akhirnya marah dan jengkel pada orang tuanya. Sang anak merasa tidak diperhatikan dan disayang karena tidak diberi uang untuk bersenang-senang dengan teman-temannya. Anak itu adalah saya saat masih SD beberapa tahun yang lalu.
Kejadian saya sewaktu kecil di atas sebenarnya berkaitan dengan pengetahuan kita yang terbatas. Saat masih kecil pengetahuan saya sangat terbatas dibandingkan dengan orang tua saya. Akibatnya saya hanya memikirkan kesenangan saja tanpa memperdulikan akibatnya bagi saya. Begitu pula dengan hubungan manusia dengan Allah. Manusia mempunyai pengetahuan yang sangat terbatas dibandingkan Allah. Allah maha tahu dan maha segala-galanya sedangkan manusia mempunyai batasan-batasan kemampuan dan pengetahuan. Akibatnya saat doa kita tidak terkabulkan karena Allah mengetahui itu bukan yang terbaik bagi kita, kita malah kecewa denganNya. Kita menganggap Allah tidak sayang pada kita karena doa yang terkadang kita lakukan dengan sungguh-sungguh ternyata tidak terkabul.
Sebenarnya Allah tidak pernah mengindahkan doa umatnya. Jika ternyata tidak terkabul biasanya Allah menggantinya dengan yang terbaik bagi kita atau mengabulkannya dengan cara mengambang (memerlukan usaha lagi untuk mendapatkannya agar menjadi pelajaran bagi kita). Saudaraku, jika anda merasa doa anda selama ini selalu tidak terkabulkan, yakinlah itu adalah yang terbaik bagi anda. Suatu saat pasti akan datang yang lebih baik dari yang anda minta. Ingatlah, Allah selalu memberikan yang terbaik bagi umatnya. Teruslah bersabar dan berbaik sangka padaNya.

0 comments:

Post a Comment